Welcome my friend, Please walking through here to visit every room and coming back anytime you like

Rumah Tua Ayah


“Mama ingin pulang ke rumah..” ucap mama lirih. Kalimat itu terhenti sampai disitu. Pagi itu, tak ada lagi senyum di wajahnya yang keriput. Dia hanya terdiam menatap jendela yang berdebu.

Tubuhnya yang kian renta tidak bersemangat meski lebaran sudah didepan mata. Rona kesedihan terpancar dari matanya yang sayu. “Lebaran kali ini tidak ada kue sagon, ketupat dan opor ayam,” gumamnya.

Tahun ini mama tidak membuat kue lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Mama tidak lagi memasak untuk anak-anaknya. Mama tidak lagi menyiapkan makanan kesukaan ayah. “Ya, ma..karna lebaran tahun ini juga akan sepi seperti tahun lalu,” jawab anak bungsunya.

Anak-anak ayah hanya pulang sebentar lalu pergi lagi ke rumah mertuanya. Tamu-tamu ayah tidak sebanyak dulu. Keluarga besar ayah juga kian sibuk dan semakin jauh.

Tapi kerinduan mama akan rumah ayah sangat dalam. Bukan karna dia ingin tidur di bantalnya yang keras atau kasurnya yang berjamur. Tapi dia rindu anak-anaknya yang sudah meninggalkan rumah. Rumah tua peninggalan ayah..

“Ma, aku pasti pulang. Melihat wajahmu yang keriput dan tidur di kamarku yang selalu kosong..” kata anak bungsunya. “Aku juga ingin melihat makam ayah,” kataku beberapa waktu lalu. Bibir mama pun mengembang tersenyum bahagia mendengar anaknya akan pulang.

Lebaran tahun ini adalah lebaran kedua tanpa ayah..
Lebaran tahun ini akan sama sepinya seperti tahun lalu.. .
Bahkan lebih sepi dibandingkan saat aku kecil.. .
Tapi aku tetap pulang ke rumah tua ayah..!!

Sahabat, “Bila ‘IBU’ masih hidup jangan sia-siakan untuk membuat hatinya tersenyum dan gembira. Bila ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan do’akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya.”


Salam’
Nury Sybli
www.sybli.com

*Sejak sakit, mama tinggal bersama anak perempuannya yang ke-lima*
Read More [...]

Satu Pagi


“aku suka bau tubuhmu. Sangat khas laki-laki,” ucap Cessia memecah keheningan pagi. Been, yang berada disisinya setengah tidak percaya dengan ungkapan polos gadis berambut pendek itu. Dia hanya bergumam “hemmm..” sambil menatap wajah cantik Cessia.

Tanpa ragu, Cessia terus memeluk erat sesekali menciumi wajah khas Been yang kata orang mirip pria India. Kulitnya hitam, hidungnya mancung, bibirnya tipis, rambutnya ikal panjang. Yah, Been yang sangat laki-laki. Perbincangan tentang orang-orang sekitar, pertemuan pertama mereka, asik menjadi topik pagi hari. Keduanya pun larut dalam tawa di atas ranjang sempit anak kos.

Tak ayal, cumbu dan tawa menghiasi pagi itu. Kecupan di bibir terus merambat pelan ke bagian lembah jiwa yang paling tubir. “Ooohh, Been..” geram Cessia sambil menjenggut rambut gondrong Been. Tangan kuat Been kian mencengkram tanpa peduli. Darah Cessia pun terasa mengalir deras menghangatkan tubuh menikmati per’cintaan’ satu pagi. Ya, satu pagi yang tak pernah diimpikan..

Wajah kaku Been tampak manja pagi itu. Dia tersenyum tipis melihat wajah Cessia yang merona menantang matahari. Rasa kantuk yang menggelayut pun sirna dalam pelukan. “Ini pertama kalinya aku lakukan,” tiba-tiba Been mengejutkan. “Aku harap, kamu tidak pergi,” pinta Been pada Cessia.

Dalam senyum yang tenang, Cessia menjawab lirih, “kita buktikan nanti.” Meski dalam benaknya masih tidak paham dengan apa yang dipinta Been. Dia pun tak peduli apa yang mendasari pertanyaan pria yang pantas menjadi kakaknya itu. Tanpa ragu, Been menuturkan kejadian yang dia alami. Pernah ditinggal seorang perempuan karna ‘percintaan’ yang tidak memuaskan. Sejak itu dan karna itu juga, Been kapok dan sangat hati-hati untuk kembali ‘bercinta’ selain dengan istrinya..

Cessia seakan tak memperdulikan cerita Been. Dia terus saja menciumi tubuh Been yang khas. Pelukan Cessia pun kian erat tak ingin dipisahkan. Hari itu Been harus kembali ke kotanya, dua jam dari Jakarta. Kota yang membesarkannya menjadi seorang tukang foto ternama.

“Jangan kangen aku ya,” bisik Cessia ditelinga Been tiba-tiba. Been pun terkejut. Dia tampak tak ingin pengalaman buruknya kembali terjadi, ditinggal teman perempuannya. “Kenapa? “ tanya Been. Cessia hanya tertawa nakal.. . menggoda Been yang serius.

Uuuuugghht..! Jam dinding kian tak bersahabat. Jarum jam menunjukan pukul 10.00 WIB. Been pun bergegas mandi bersiap diri mengejar waktu yang tersisa. Berbalut kemeja putih, Cessia mengantar Been ke Bandara usai mencari beberapa barang yang ia perlukan.

Setengah jam menjelang maghrib, Been memasuki ruang boarding. Cessia pun pamit pulang mencium tangan Been. Maklum, Been tidak akrab dengan cipika-cipiki. Wajah Been terlihat kaku saat Cessia meminta menciumnya di depan umum.. .’aaaahh nakalnya aku’ gumam Cessia dalam hati.

“Hati-hati ya,” pesan terakhir Been.

“Tau tidak tidak Been, aku bahagia satu malam bersamamu. Foto-foto yang kamu buat akan ku simpan rapih. Dan pagi yang sangat indah itu.. biarlah menjadi cerita kita berdua,” ungkap Cessia dalam hati saat meninggalkan Been.

Cessia dan Been bertemu empat tahun silam di kantor mereka. Dan kali itu pertemuan pertama dan terakhir sebelum pagi itu. Bahkan keduanya sulit mengingat kembali kapan persisnya mereka bertemu.. .

Kali ini, foto cantik Cessia yang akan merekam pertemuan indah itu..
'terimakasih Been,.. atas foto yang kamu buatkan'

salam’
nury sybli

*Cessia & Been sesungguhnya tidak 'make love' pagi itu..*
Read More [...]

Maaf, Saya Bukan Masa Lalumu..!


Banyak orang merasa dirinya sebagai korban, dan mereka menunjuk peristiwa-peristiwa di masa lalu. Bisa jadi karna mereka dibesarkan oleh orangtua yang tidak berfungsi dengan baik. Orangtua yang tidak rukun seperti kisah-kisah di sinetron.

“Orangtua saya tentara yang pindah dari satu kota ke kota lain. Ayah saya tukang kawin. Ayah saya pecandu alkohol. Ibu saya bercerai ketika saya berusia dua tahun..” itulah kisah dari hampir setiap orang dalam bentuk yang sedikit berbeda.

Satu tahun silam saya bertemu dengan seorang pria dari kota yang berbeda. Suatu pertemuan yang mengagumkan. Ikatan emosi kami sangat kuat meski ketika itu belum bertemu secara fisik. Daru namanya. Seorang fotografer salah satu surat kabar.

Tuturnya lembut, katanya santun, parasnya angkuh, rambutnya ikal, matanya tajam, sungguh mempesona. Tidak sedikit perempuan yang kepincut dengan penampilannya. Tidak peduli apakah dia beristri, apakah dia memiliki buah hati atau tidak. Saya, salah seorang yang jatuh hati padanya. Menerima segala kekurangannya. Menjalani sebuah hubungan yang sangat ikhlas bersamanya.. .

Meski jarak memisahkan, teknologi mampu mempertemukan kami setiap saat. Dan hampir setiap dua bulan kami bertemu di Kota dimana dia tinggal. Satu kota yang selalu membuatku ingin kembali.

Saya bukan orang pertama dan satu-satunya perempuan yang menjalani hubungan ‘terlarang’ bersama Daru. Setiap hari, ada 10 wanita bahkan lebih yang mengirim pesan singkat mengaku “rindu”. Setiap hari, ada 7 wanita bahkan lebih yang menelepon meminta bertemu. Dan setiap hari juga Daru mencari, dan terus mencari saya melalui telepon seluler.

Pesonanya sungguh meluluhkan hati, meruntuhkan jiwa yang paling nadir. Rasakupun semakin hari semakin melebur. ‘Ingin rasanya hidup bersamanya, selamanya..’ Betapa tidak? Kata-kata manis dengan tutur yang lembut setiap hari saya dengar dari bibirnya, emosi yang menyala setiap hari saya dengar dari mulutnya, birahi yang membara juga setiap hari saya dengar di telinga.

Hari-hari yang indah sekaligus melelahkan..

Lea, wanita yang memberinya dua putri cantik tiba-tiba saja menghentakkan raga. Amarahnya tak terbendung lagi. Tapi bukan saya pemicunya. Gambar-gambar dramatis beberapa tahun silam menghujani kesejukan rumahnya. Gambar yang dibuat Daru beberapa tahun silam bersama wanita modelnya merobek sebuah kepercayaan seorang wanita.

Kini, kepercayaan itu kian terkikis terbawa ombak.. .

Daru, saya menangis karnamu..
Saya membiru karnamu.. .
Saya tidak mengenalmu lagi.. .

Kalimat ini yang ingin saya bisikan ditelingamu saat ini. Yah, saya hampir tak mengenalnya lagi. Daru berubah tidak seperti yang saya kenal. Dia pergi tanpa kata. Yang tertinggal hanya cacian dan makian.

Cerita dan mimpi indah itu dia hapus tanpa jejak melukai raga. Pepatah yang menyebutkan ‘habis manis sepah dibuang’ sungguh menusuk sanubari. Ini yang saya alami saat ini.

Sejatinya bukan hanya saya yang mengalami kejadian ini. Ada banyak wanita yang diperlakukan hampir sama oleh Daru. Dia tinggalkan kapan dia mau. Dia datangi kapan dia butuhkan..

Daru.. .
Pertanyaannya adalah apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Karna alasan traumatik masa lalu kamu mendendam? Maaf, saya bukan masa lalumu..
Anakmu perempuan, yang akan dewasa sepertiku.. .

“Jika kamu mendendam atau menyalahkan saya atau seseorang karna masa lalu, sesungguhnya kamu telah melukai diri sendiri. Karna bila kita berfikir tentang kesulitan masa lalu, karna hanya akan mendatangkan lebih banyak lagi kesulitan yang sekarang kamu alami. Ingat, anakmu juga perempuan.”

Seseorang yang mempertahankan pikirannya pada sisi gelap kehidupan, sesungguhnya itu adalah doa untuk kemalangan hidupnya yang akan datang. Karna sejatinya kita bisa merancang takdir hidup kita yang akan datang. Hanya kita yang bisa menciptakan kehidupan yang pantas.

Mulailah berfikir yang positif. .
Tidak saling menyakiti satu sama lain..

Salam’
Nury Sybli

*Tokoh saya, adalah salah seorang penulis yang juga menekuni fotografi. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata seseorang*
Read More [...]

Cinta.. !!


kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ” aku turut berbahagia untukmu.” Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi. Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.

kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan, bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari


salam’
nury sybli
Read More [...]

Photobucket