Welcome my friend, Please walking through here to visit every room and coming back anytime you like

Sahabat & Lubang Paku .. .!!


Pernah mendengar kisah seorang anak lelaki yang berwatak buruk dengan sekantong paku? Kisah ini aku dengar dari seorang guru madrasah di kampung 24 tahun silam. Dan cerita ini membawaku pada sebuah catatan kecil ini. Sahabat & Lubang Paku.. !!

Seorang anak lelaki memiliki kebiasaan yang tidak biasa. Setiap dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain, dia selalu memaku satu batang paku di pagar pekarangan. Setiap hari ayahnya pun memberi sekantung penuh paku untuk persediaan. Dia kerap menyuruh anaknya memaku dan memaku setiap kali hilang kesabaran.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Hari berikutnya 25 batang, dan hari berikutnya memaku 31 batang, dan berbatang-batang paku sudah tertancap di pagar.

Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Anak lelaki itu merasakan ternyata lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun di pagar pekarangannya. Dengan gembira dia menyampaikan hal ini kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap kali dia berhasil menahan diri atau bersabar. Hari-hari pun berlalu dan akhirnya tiba saat dimana dia mampu menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata, ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham dengan sahabatmu, atau bertengkar dengan orang yang kau kasihi, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar".

Ayahnya juga mengatakan, “kau bisa menusukkan pisau di punggung orang lalu mencabutnya kembali, tetapi tetap akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal. Karena lukanya tetap tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik, bahkan bisa lebih perih. Apalagi menyangkut cinta dan kasih sayang..”

Dengan wajah haru ayahnya terus menitipkan pesan pada anak lelakinya. “Sahabat adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberi semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hati. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.” Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.

“Dan juga katakan pada orang yang kau kasihi, sayangmu tidak akan melukai dan meninggalkan bekas seperti lubang paku..karna cintamu akan selalu tertancap untuknya.”

Dari pesan ini, ingin ku katakan, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu, bahkan mengasihimu. Tapi jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir, ”Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.

Bila kau kecewa, jangan selalu mengadili orang lain belajarlah mengadili diri sendiri. Dan bicaralah pelan dari hati ke hati. Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: ”Mengapa kamu mau tahu?" Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko. Apalagi cinta itu menembus batas..

Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu. Hargai dirimu, tanpa melupakan orang lain. Bertanggung jawablah atas tindakanmu. Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan dan kasih sayang. Karna sungguh tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan, dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina..

Jangan pernah membuat lubang bila kau takut meninggalkan bekasnya..


Salam’
nury sybli

Photobucket